Kombes Pol Budi Hermanto, Sosok di Balik Julukan Bapak Disabilitas Malang Raya
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Kombes Pol Budi Hermanto, Sosok di Balik Julukan Bapak Disabilitas Malang Raya
Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.
Banyak pejabat dikenang karena jabatan dan prestasinya. Namun bagi komunitas disabilitas di Malang Raya, nama Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ia bukan sekadar mantan Kapolresta Malang Kota, melainkan sosok yang mereka panggil dengan penuh kasih sebagai “Bapak” atau seorang pelindung yang hadir dengan hati, bukan sekadar seragam.
Julukan Bapak Disabilitas Malang Raya bukan muncul dari seremoni atau pencitraan, melainkan tumbuh dari hubungan tulus yang dibangun selama masa kepemimpinannya di Polresta Malang Kota. Di bawah kepemimpinannya, kantor polisi tak hanya berfungsi sebagai tempat penegakan hukum, tetapi juga menjadi ruang kemanusiaan yang terbuka bagi anak-anak difabel.
Pria yang akrab disapa Buher itu memberi kesempatan bagi mereka untuk hadir, belajar, dan ikut berperan. Di antara mereka ada Rara, Fany, Fatrullah, dan Ayu, empat anak disabilitas yang kini menganggapnya sebagai ayah sendiri.
Anak-anak itu pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial kepolisian, mulai dari membantu dokumentasi hingga ikut serta dalam kampanye publik tentang empati dan inklusi sosial.
“Bapak itu berbeda. Beliau tidak datang sebagai pejabat, tapi sebagai seseorang yang benar-benar mendengarkan kami. Berkat beliau, kami tahu bahwa polisi juga punya hati yang lembut,” ucap Rara, Selasa (11/11/2025). “
Bagi Buher, kedekatan dengan komunitas disabilitas bukan ajang pencitraan. Ia menyebutnya sebagai panggilan kemanusiaan. Buher kerap menyambangi rumah-rumah anak difabel, menyalurkan bantuan berupa alat bantu gerak, biaya pendidikan, hingga rutin menyisihkan satu ekor sapi setiap Iduladha khusus untuk mereka.
“Saya belajar banyak dari mereka, tentang ketulusan, semangat, dan rasa syukur. Tidak perlu menjadi hebat, cukup menjadi bermanfaat,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.
Meski kini bertugas di Jakarta sebagai Kabidhumas Polda Metro Jaya, kepedulian itu tak pernah padam. Di sela kesibukannya, Buher tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak binaannya di Malang. Ia masih sering menelepon untuk menanyakan kabar, memberi semangat, atau sekadar bercanda, seperti ayah yang tak pernah lupa pada anak-anaknya.
Bagi komunitas disabilitas Malang Raya, sosok Buher menjadi simbol harapan dan keteladanan bahwa masih ada pejabat yang bekerja dengan nurani dan kehangatan.
“Beliau mengajarkan kami agar tidak malu menjadi diri sendiri, dan terus berani bermimpi,” tutur Ayu, salah satu anak asuhnya.
Atas dedikasi dan kepeduliannya, Kombes Pol Budi Hermanto telah menerima sejumlah penghargaan. Namun baginya, penghargaan sejati bukanlah piagam atau piala, melainkan tawa dan semangat anak-anak disabilitas yang kini kembali percaya bahwa mereka berharga.
Kini, meski mengemban tanggung jawab baru di ibu kota, Buher tetap membawa semangat yang sama bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak diukur dari pangkat, melainkan dari ketulusan hatinya dalam merangkul sesama.
Kombes Pol Budi Hermanto bukan hanya perwira kepolisian, ia adalah Bapak Disabilitas, sosok yang menanamkan nilai kasih, empati, dan kemanusiaan yang melampaui batas jabatan dan seragam
Aktivis Forum Kesatuan Mahasiswa Indonesia Sambut Positif Sosialisasi ETLE Mobile Ditlantas Polda Sulsel
MAKASAR - liputanterkini.co.id | Ditlantas Polda Sulsel akan menggelar ujicoba penegakan hukum pelanggaran lalu lintas melalui ETLE, baik itu pelanggaran tidak memakai helm, melawan arus, batas kecepatan di jalan tol maupun parkir liar di sejumlah titik di kota Makassar setelah mengadakan sosialisasi.
[embed]https://youtube.com/shorts/aotDaoIcE3Y?si=prckGMQYos4V-9KS[/embed]
Sosialisasi ETLE Mobil oleh Ditlantas itu, telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya forum Mahasiswa di Sulsel.
Nampak aktivis Forum Kesatuan Mahasiswa Indonesia (FKMI), Sulsel mengapresiasi dan menyambut positif sosialisasi ETLE mobil oleh Ditlantas Polda Sulsel.
Dalam videonya yang berdurasi 33 detik itu, aktivis Forum Kesatuan Mahasiswa Indonesia (FKMI) mentampaikan aspirasinya.
Seperti kutipan dalam video tersebut "Semoga dengan adanya sosialisasi ini, Polri semakin d...
274 orang jemaah umrah gratis dari Jhonlin Group, dilepas keberangkatannya dari Masjid Al Falah, Tanah Bumbu, 28/9/2022. (Antara/HO-Istimewa)
Tanah Bumbu Sebanyak 870 warga Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berangkat umrah gratis, dengan fasilitasi dari perusahaan Jhonlin Group
Keberangkatan untuk kelompok terbang (kloter) pertama sebanyak 274 orang dilepas dari Masjid Al Falah, Tanah Bumbu, menggunakan delapan bus menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Rabu (28/9).
Berdasarkan rilis yang diterima Antara, Kamis (29/9) di Banjarmasin, jemaah umrah kloter pertama itu berasal dari Desa Rantau Panjang, Desa Salimuran, dan Desa Mantewe Kecamatan Kusan Hilir. Sedangkan keberangkatan jemaah umrah kloter kedua dan kloter ketiga segera menyusul.
“Semoga semuanya mendapatkan pahala umrah yang mabrur, mudah-mudahan semua yang berangkat umrah ini diberikan kelancaran selama perjalanan umrahnya,” kata H Ghimoyo, CEO Jhonlin Group , saat pelepasan kloter p...
SURABAYA, Liputan Terkini - Memperingati hari Sumpah Pemuda ke 94, tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya melaksanakan upacara Hari Sumpah Pemuda. Bertempat di halaman kantor pemerintah kota Surabaya. Jum'at, (28/10/2022).
Hadir dalam upacara berlangsung, di antaranya Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Akhmad Yusep Gunawan beserta anggota dan jajaran.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Akhmad Yusep Gunawan menyampaikan bahwa Tema peringatan Sumpah Pemuda ke-94 saat ini adalah “Bersatu Bangun Bangsa”, yang memberikan pesan mendalam bahwa bersatu adalah harga mati yang harus dikuatkan untuk membangun ketangguhan dalam pembangunan peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa Indonesia, terang Cak Yusep, sapaan akrab Kapolrestabes.
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, memberikan pelajaran kepada bangsa Indonesia bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan....
Comments
Post a Comment